Attention.........!!!!!!!!

Bagi Anggota Blog yang ingin Sign in..
Harap mengunjungi www.blogger.com..

Bagi Pengunjung Blog yang ingin melihat jawaban Pertanyaan..
Harap melihat komentar dari judul Postingan yang anda tanyakan..
Atau klik link nama anggota tim kami yang anda tanyakan..

Bagi yang ingin membaca lengkap postingan Kami..
Silakan klik saja judul postingan yang anda inginkan..

Terima Kasih...

Killims - Forever (SONG)

Get More Songs & Codes at www.stafaband.info

Rabu, 06 Januari 2010

TEGANGAN PEMULIHAN PADA KONTAK SUATU PEMUTUS DAYA TEGANGAN TINGGI UNTUK BEBERAPA JENIS KARAKTERISTIK RANGKAIN

Rele gangguan tanah akan berhasil dengan baik, tergantung dari besarnya arus gangguan ketanah. Sistem yang netralnya di bumikan dengan reaktansi. Pada umumnya arus gangguan tanah besarnya berada pada batas-batas (25%-100%) dari arus gangguan 3 fasa sistem yang dibumikan sistem yang dibumikan dengan tahanan, arus gangguan tanah besarnya 10%-25% dari gangguan 3 fasa.Pada umunya kesuksesan dari rele gangguan tanah diperoleh bila arus gangguan tanah lebih besar dari 10% arus gangguan tanah.Untuk sistem yang dibumikan melalui tahanan yang besa atau melalui Peterson Coil akan mempunyai arus gangguan kebumi yang sangat kecil.Khusus untuk Peterson Coil biasanya dilengkapi dengan alat untuk menghubung langsung titik netral ke bumi pada waktu terjadinya gangguan yang permanent, dengan tujuan untuk memperbsar arus gangguan ke bumi dengan demikian rele anah yang konvesional dapat bekerja.

Mengenai Alat-Alat Proteksi Surja.
Menurut Amaerika Istitute OF Electrical Engineers (AIEE) Commite Report atau laporan komite, Lighting Arrester dibagi atas dua kelompok, yakni “Arrester tipe dibumikan dari Arrester tipe yang dibumikan”Arrester tipe dibumikan dapat dipergunakan bila arus gangguan 1 fasa ke bumi tidak kurang 60% dari arus gangguan 3 fasa. Kondisi diatas akan dipenuhi bila system dibumikan secara efektif (Effective Grounding).Sedang Arrester tipe tidak dibumikan digunkan bilamana arus gangguan 1 fasa kurang dari 60% dari arus gangguan 3 fasa Lighting Arrester adalah alat yang sensitife terhadap tegangan dan hubungan antara kawat fasa dan bumi, maka tegangan dinamis pada Arrester tersebut tidak boleh melampaui nilai tegangan untuk segala keadaan operasi sistem.Tegangan dinamis kawat fasa ke bumi dari suatu sistem 3 fasa akan menjadi tidak seimbang dalam keadaan gangguan tanah, dan besarnya tegangan ini tergantung dari kondisi sistem pada saat terjadinya gangguan dan besarnya impedansi pembumian.
Teori gelombang berjalan pada kawat transmisi telah disusun secara intensif sejak tahun 1910, terlebih-lebih dalam 1930-an.Persoalan gelombang berjalan ini sangat sukar, sehingga harus diadakan banyak penyederhanaan supaya dapat dipergunakan untuk keperluan teknik pada saat ini gelombang berjalan telah diselidiki pada :a.Kawat Tunggalb.Kawat Majemukc.Kecepatan mejemuk dari gelombang berjalanBegian terbesar dari suatu mengenai gangguan pada system ialah teori gelombang berjalan, yaitu mengenai sumber gelombang, karakteristik serta keadaan pada titik peralihan dari transmisi.
3.1 Sumber-Sumber Gelombang Berjalan
Sampai saat ini sebab-sebab dari gelombang berjalan yang di ketahui ialah :
a.Sambaran kilat secara langsung pada kawat fasa
b.Sambaran kilat tidak langsung pada kawat fasa (Induksi)
c.Operasi hubung (Switching Operation)
d.Gangguan-gangguan pada sistem oleh berbagai kesalahan
e.Tegangan stady state
Semua macam sebab-sebab ini menimbulkan seya (surge) pada kawat fasa disebebkan oleh kelebihan energi secara tiba-tiba pada kawat. Energi ini merambat pada kawat fasa, sama halnya seperti kita melemparkan baru pada air yang tenang pada sebuah kolam. Energi yang merambat ini terdiri dari arus dan tegangan. Kecepatan merambat gelombang berjalan tergantung dari konstanta-konstanta kawa.
fasa. Pada kawat hantaran udara, kecepatan merambat ini kira-kira 1000ft/µ sec, jadi sama dengan kesepatan cahaya. Pada kebel tanah kira-kira 500 ft/ µ sec.Dengan sendirinya segala macem diskontinuitas pada transmisi tidak mempunyai efek pada gelombang, sebelum gelombang mencapainya. Tetapi bila gelombang mencapai titik peralihan, terjadi perubahan gelombang sehingga terdapat sedikit perbedaan dengan gelombang semula.
Kecepatan Merambat
Apabila suatu gelombang energi listrik merambat sepanjang kawat fasa dengan konstanta L dan C, maka gelombang tegangan dengan arus merambat dengan kecepatan yang sama. Kedua besaran ini dihubungkan oleh suatu factor proposional yaitu karakteristik fasa itu.

1 komentar:

acep mengatakan...

terima kasih atas infonya

tapi tolong diberi gambar agar lebih jelas

terima kasih

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
TATA TULIS KARYA ILMIAH © 2008 Template by:
SkinCorner