Attention.........!!!!!!!!

Bagi Anggota Blog yang ingin Sign in..
Harap mengunjungi www.blogger.com..

Bagi Pengunjung Blog yang ingin melihat jawaban Pertanyaan..
Harap melihat komentar dari judul Postingan yang anda tanyakan..
Atau klik link nama anggota tim kami yang anda tanyakan..

Bagi yang ingin membaca lengkap postingan Kami..
Silakan klik saja judul postingan yang anda inginkan..

Terima Kasih...

Killims - Forever (SONG)

Get More Songs & Codes at www.stafaband.info

Senin, 11 Januari 2010

VPN

Dalam dunia IT networking, istilah virtual yang berarti tidak memiliki wujud atau phisik yang sebenarnya di antara link di kedua jaringan tersebut, tetapi menggunakan jaringan yang telah ada dan juga digunakan secara bersama. Demikian pula dengan istilah private yang berarti pribadi dalam membentuk suatu koneksi di antara dua jaringan atau lebih. Pada teknologi jaringan komputer tradisional untuk menghubungkan suatu jaringan komputer dengan jaringan komputer lain yang berbeda tempatnya akan digunakan dedicated-line atau leased-line, dimana akses seseorang akan menjadi sangat terbatas dan tidak dapat melakukan pekerjaan secara remote.



Teknologi ini memang tidak mendukung seseorang yang memiliki pekerjaan secara mobile yang memerlukan akses data dimana saja dan kapan saja, sehingga solusi yang dapat diberikan disini adalah dengan menyediakan modem sebagai fasilitas dial-up. Sedangkan pada teknologi VPN yang secara umum merupakan suatu teknologi yang memungkinkan seseorang terkoneksi ke jaringan lokal melalui jaringan komputer publik dan membentuk suatu jaringan pribadi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti ketika berada di kantor. Prinsip kerja layanan VPN seperti yang diilustrasikan dalam gambar berikut:



VPN dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi tunneling dan encryption yang didasarkan pada suatu proses akses secara remote yang digunakan untuk mendapatkan koneksi ke jaringan dengan tujuan tertentu, baik itu ke jaringan publik atau internet, intranet maupun extranet, dimana koneksi tersebut dapat terjadi pada semua lapisan atau layer OSI dan dapat menggunakan media apa saja. VPN saat ini biasanya digunakan sebagai Intranet VPN dan Extranet VPN. Dalam Intranet VPN, koneksi VPN akan membentuk suatu private link yang menuju ke jaringan lokal melalui jaringan publik internet, sehingga kita dapat langsung mengakses data-data yang diperlukan dari manapun. Sedangkan extranet VPN biasanya diperuntukan bagi pihak ketiga atau mitra kerja suatu perusahaan yang memang memiliki kepentingan dan diberi hak untuk mengakses data di jaringan lokal.

Cognitive Radio

Cognitive radio adalah suatu sistem komunikasi nirkabel cerdas yang dapat menyadari kondisi lingkungan radionya, dan menggunakan metodologi pemahaman dengan mempelajari dari kondisi lingkungan radionya danberadaptasi dari kondisi internalnya terhadap variasi statistic pada lingkungan RF-nya dengan membuat perubahan terhadap parameter yang telah disesuaikan, seperti daya pancar, frekuensi pembawa, dan strategi modulasi, dalam kondisi real time, dengan dua tujuan yaitu :

1. Komunikasi yang reliable

2. Effisiensi penggunaan dalam spektrum radio.

Cognitive radio, system merasakan pada kanal nirkabel dan menentukan pada domain waktu dan domain frekuensi , bagian spektrum mana yang tidak terpakai. Sistem hanya mengirimkan sinyal pada saat spektrum benerbener tidak terpakai oleh user lain. Cognitive radio tidak perlu menunggu kanal idle untuk memulai suatu transmisi, karena cognitive radio akan merasakan kondisi kanal, jika dirasakan idle, maka akan diproses dengan model kanal cognitive radio tradisional, yaitu pengiriman sinyal pada spektrum yang kosong akan tetapi, jika dirasakan ada pengirim lain, radio akan memutuskan untuk memproses dengan transmisi yang simultan.

Additive White Gaussian Noise (AWGN)

Pada kanal transmisi selalu terdapat penambahan derau yang timbul karena akumulasi derau termal dari perangkat pemancar, kanal transmisi, dan perangkat penerima. Derau yangmenyertai sinyal pada sisi penerima dapat didekati dengan model matematis statistik AWGN. Derau AWGN merupakan gangguan yang bersifat Additive atau ditambahkan terhadap sinyal transmisi,dimodelkan dalam pola distribusi acak Gaussian dengan mean (m) = 0, standar deviasi (σ) = 1, power spectral density (pdf) = No/2 (W/Hz), dan mempunyai rapat spektral daya yang tersebar merata pada lebar pita frekuensi tak berhingga. Distribusi AWGN dengan pdf :



dimana: p(x) = probabilitas kemunculan derau

σ = standar deviasi

m = rataan (mean)

x = variable (tegangan atau daya sinyal)


AWGN merupakan model kanal sederhana dan umum dalam suatu sistem komunikasi. Model kanal ini dapat digambarkan seperti berikut:



Jika sinyal yang kirim STx(t), pada kanal akan dipengaruhi oleh derau n(t) sehingga sinyal yang diterima menjadi: SRx(t) = STx(t) + n(t), 0 ≤ t ≤ T

Noise

Noise dan Metode Penanggulangannya


Noise adalah sinyal tidak dikehendaki yang secara alamiah terdapat pada semua jenis sistem. Pada sistem audio, terdapat banyak sumber noise yang dapat mengganggu output ideal dari sistem audio tersebut. Noise yang mungkin terjadi pada sistem audio adalah noise akustik, noise audio dan noise elektrik. Noise akustik adalah suara yang berasal dari sumber lain di sekitar sistem tersebut, seperti suara dering telepon atau suara deru kendaraan yang melintas. Noise audio adalah suara residu (umumnya berupa dengung atau desis) yang terdengar pada jeda diam dari suatu media penyimpan audio. Sedangkan noise elektrik atau thermal noise adalah suara yang dihasilkan karena naiknya suhu dari komponen elektronik yang terdapat pada sistem. Berbagai macam metode digunakan untuk dapat mengatasi noise agar sistem dapat memberikan output yang lebih baik kualitasnya. Secara garis besar, penanggulangan noise terbagi menjadi passive noise control dan active noise control. Passive noise control adalah upaya penanggulangan noise menggunakan komponen yang tidak memerlukan daya. Umumnya passive noise control menggunakan bahan-bahan kedap suara yang berperan sebagai insulasi terhadap noise. Bahan-bahan insulasi tersebut umum untuk ditemui pada studio rekaman. Dengan adanya insulasi dari bahan-bahan tersebut, umumnya ambience dan reverberation dapat dihilangkan. Hal ini dikarenakan pantulan suara, sumber dari ambience dan reverberation, terserap oleh bahanbahan insulasi tersebut. Active noise control adalah upaya penanggulangan noise menggunakan komponen yang memerlukan daya. Berbeda dengan metode passive noise control, metode active noise control mengatasi noise dengan cara memanipulasi sumber audio atau noise. Metode active noise control yang umum digunakan antara lain adalah metode penyesuaian gain, metode noise cancellation dan metode noise reduction. Salah satu perangkat yang menggunakan metode ini adalah noise reduction headphones.


Penyesuaian Gain

Suara yang besar menutupi suara yang lebih kecil. Inilah prinsip dasar dari metode peningkatan gain. Peningkatan gain adalah metode yang paling umum digunakan dalam mengatasi noise. Pada metode ini, nilai daya yang dikeluarkan oleh sumber audio disesuaikan sehingga menghasilkan suara yang lebih keras. Diharapkan peningkatan daya tersebut dapat menutupi noise yang umumnya memiliki daya konstan dan cenderung lemah. Keunggulan metode ini adalah kemudahannya untuk diaplikasikan pada sistem yang ada. Hampir semua sistem audio memiliki fitur pengaturan gain yang biasanya dikenal sebagai kontrol volume audio. Sedangkan kekurangan utamanya adalah tidak adanya kemampuan adaptif dalam menghadapi noise yang tidak bernilai konstan sehingga umumnya kontrol volume dioperasikan secara manual oleh user. Kekurangan ini dapat diatasi dengan otomasi proses peningkatan gain.


Noise Reduction

Noise pada umumnya berada di daerah suara yang spesifik. Desis berada pada frekuensi tinggi, sedangkan derau dan dengung berada pada frekuensi rendah. Inilah prinsip yang mendasari metode noise reduction. Melalui berbagai teknik pengolahan sinyal, sinyal dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Setelah proses pemecahan tersebut, dilakukan penghapusan pada beberapa bagian dari sinyal tersebut yang menduduki daerah frekuensi yang dianggap sebagai noise. Dari pengurangan inilah metode ini mendapatkan namanya.

Televisi Satelit

Televisi satelit pada dasarnya ditujukan kepada penggunaan satelit untuk menyiarkan program TV dari broadcasting centre ke daerah geografis yang besar. Televisi satelit menggunakan satelit GEO sebagai point – to- multipoint repeater yang menerima beberapa siaran televisi dari broadcasting centre (uplink) dan mengirimkan kembali (downlink) ke operator TV kabel, home dish dan lain – lain, yang letaknya didalam footprint satelit itu sendiri. Satelit dapat menyediakan acara TV secara langsung dari satelit ke pengguna (DTH television) atau secara tidak langsung dengan bantuan jaringan kabel atau jaringan broadcast teresterial, dimana satelit memberikan sinyal ke sentral operator dan mengirimkan kembali kepada pengguna yang menggunakan jaringan kabel atau melalui jaringan broadcast teresterial. Untuk layanan DTH yang termasuk kategori receive – only, antena receiver ditempatkan di pengguna untuk menerima acara TV secara langsung dari satelit.


Direct-to-Home Satellite Television


Direct-to-Home (DTH) Satellite Television ditujukan untuk penerimaan ecara langsung program atau siaran TV satelit oleh pengguna langsung darisatelit ke pengguna (pesawat televisi) melalui antena penerima yang mereka miliki sendiri. Layanan DTH dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis yaitu Television receive-only (TVRO) dan layanan Direct Broadcast Satellite (DBS), tergantung pada band frekuensi yang disediakan dan ukuran dari antenna penerimanya. TVRO bekerja pada frekuensi C-Band dan DBS bekerja pada frekuensi Ku-Band. Gambar konfigurasi DTH dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Direct Broadcast Satellite (DBS) Service


Direct Broadcasting Satellite (DBS) Service adalah suatu layanan yang menggunakan satelit untuk memancarkan bermacam-macam kanal dari program televisi satelit agar langsung diterima pesawat televisi (melalui antenna). Seluruh acara televisi satelit dikompres secara digital pada broadcasting centre untuk ditransmisikan ke satelit DBS yang selanjutnya satelit ini akan memancarkan kembali siaran yang diterimanya ke bumi sehingga bisa ditangkap langsung oleh home dish yang berada dalam coverage – nya.

Channel Coding

Pada suatu sistem komunikasi terutama komunikasi digital, keakuratan antara informasi yang dikirimkan dari sumber dengan data yang diterima di tujuan idealnya harus sama. Namun pada kenyataanya, kondisi ini tidak mutlak terjadi karena adanya pengaruh interferensi dan noise yang terjadi dalam kanal transmisi. Kerusakan pada informasi yang dikirim tersebut dapat diatasi dengan adanya sistem pengkodean. Sistem komunikasi digital melalui proses sebagai berikut :



Salah satu keunggulan dari sebuah sistem komunikasi digital dibandingkan dengan sistem komunikasi analog adalah terletak pada ketahanan sistem tersebut terhadap noise. Sinyal yang terkena noise dapat direkontruksi dengan memanfaatkan threshold dari masing–masing kondisi. Sedangkan dengan adanya sistem pengkodean, pengaruh noise dari luar terhadap sinyal terkode yang akan ditransmisikan dapat dikurangi begitu pula dengan error yang terjadi dapat dideteksi dan dikoreksi. Channel coding dilakukan untuk menambah performansi bit data yang akan dikirimkan. Dalam proses channel coding, dilakukan deteksi dan koreksi terhadap error yang terjadi selama pengiriman data. Dua tipe pengkodean yang sering digunakan yaitu : block code dan convolutional code. Cyclic code merupakan bagian dari linear block code.

Direct Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA)

Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan suatu teknik multiple access yang mengijinkan banyak user mentransmisikan informasi dalam bandwidth yang sama secara terus-menerus. Setiap user diberikan suatu pseudorandom code yang saling orthogonal untuk meminimalisasi multiple access interference (MAI). Hanya receiver tujuan yang memiliki replika kode yang sama dengan yang dikirimkan oleh transmitter dan menggunakannya untuk mendapatkan informasi yang dikirimkan.



Dalam sistem Direct Sequence CDMA (DS-CDMA), bandwidth dari sinyal informasi dilebarkan dengan mengalikan sinyal dengan pseudo-random atau dalam sistem spread spectrum (Gambar 2.1) dikenal dengan sebutan pseudonoise (PN), yang memiliki bandwidth jauh lebih lebar dari pada sinyal informasi. Dalam DS-CDMA, setiap user memiliki PN sequence yang dibangkitkan secara unik dan orthogonal atau bisa dikatakan memilki cross-corelation yang tepat, sehingga penerima dapat membedakan setiap sinyal dari user yang berbeda. Dengan begitu, berbagai user dapat memancarkan secara serentak dengan menggunakan bandwidth yang sama . Saat melewati kanal radio, terdapat banyak pantulan dan hamburan sinyal yang disebabkan oleh objek yang terdapat pada lingkungan propagasi. Efek dari kanal ini disebut dispersive multipath propagation, dimana efek tersebut dapat menyebabkan hancurnya orthogonalitas diantara kode penebar sehingga nilai cross-corelation antara user meningkat dan mengakibatkan munculnya intersymbol interference (ISI) yang menyebabkan menurunnya performansi sistem.
TATA TULIS KARYA ILMIAH © 2008 Template by:
SkinCorner